Kamis, 30 Juni 2011

Kota Baru Tak Layak Didanai Asing


Koordinasi Antar-Instansi Diperlukan

OLEH ANUGERAH PERKASA Bisnis Indonesia
.
JAKARTA Pembangunan kota baru di Indonesia terus mendapat kritikan karena mengandalkan pendanaan asing dan masih lemahnya koordinasi antarinstansi terkait, sehingga menyebabkan lemahnya keterpaduan pembangunan.
.
Peneliti tata kota dari Institut Teknologi Bandung Jehansyah Siregar mengatakan investasi pembangunan kota-kota baru pada dasarnya adalah investasi infrastruktur publik, sehingga tidak pantas jika dibangun menggunakan dana asing.
.
Anggaran nasional untuk hal tersebut, paparnya, sudah sangat memadai yakni sekitar Rp 150 triliun.
"Anggaran sudah memadai di tingkat nasional, ditambah dengan APBD tingkat I dan II. Masalah lainnya adalah keterpaduan pembangunan dan koordinasi," ujar Jehansyah kepada Bisnis kemarin. Dia memaparkan buruknya korporasi publik, institusi pengelolaan dan pengoperasian aset publik dalam permukiman dan perkotaan juga menjadi salah satu kendala.
.
Menurut Jehansyah, masalah pembangunan kota justru bukan terletak pada pendanaan, sehingga diperlukan investasi asing, melainkan pada keterpaduan antarinstansi.
.
Rencana induk
.
Dia mengungkapkan investasi asing sebaiknya baru mendapatkan porsinya ketika suatu area sudah disiapkan rencana induk serta telah terbangunnya infrastruktur fasilitas dasar.
.
"Ini bisa dipelajari bagaimana Selangor, Malaysia menyiapkan suatu kawasan untuk investasi asing di sana. Semuanya dikelola secara terpadu oleh Perbadanan Kemajuan Negeri Selangor," ujarnya.
Salah satu proyek pembangunan kota adalah Kota Baru Maja. Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa sebelumnya menyatakan dana yang dibutuhkan untuk membangun kota baru Maja sekitar USS15 miliar.
.
Untuk memenuhi kebutuhan dana itu. Indonesia mengajak swasta dan asing. Suharso mengungkapkan Indonesia saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 10% dari total kebutuhan dana tersebut. Dana yang tersedia untuk pembangunan Kota Maja itu baru sekitar US$1,2 miliar, sehingga untuk mengisi kekurangan dana tersebut pihaknya akan mengundang para pengusaha serta investor baik dari dalam maupun luar negeri serta mekanisme public private partnership.
.
Lebih lanjut, Menpera menyatakan Kota Maja nantinya merupakan bagian dari program Greater Jakarta. Kota itu juga dibangun untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kesepakatan kota baru itu ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara konsorsium perusahaan yang dipimpin Perum Perumnas, sedangkan lainnya adalah PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk dengan MCC (BUMN asal China) disaksikan oleh Menpera pada Maret lalu.
.
Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan pihaknya telah mempersiapkan lahan di sekitar Maja, Banten, Jawa Barat. Menurut dia, pengembangan Kota Baru Maja akan lebih difokuskan pada kota modem.
.
http://bataviase.co.id/node/714648

--------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar