Sabtu, 06 Agustus 2011

Pemerintah Bangun Inisiatif Kembangkan Kota Baru

<>5 Agustus 2011 Pemerintah harus mengambil prakarsa dan inisiatif dalam pengembangan kota baru di Indonesia. Hal ini didasari pada fenomena meningkatnya pertumbuhan kota baru, namun fungsi yang diembannya masih sebatas tempat bermukim (dormitory) saja. Demikian diungkapkan Direktur Bina Program dan Kemitraan Kementerian Pekerjaan Umum Rido Matari Ichwan dalam Talkshow “Mari Menata Ruang Kota” di Radio Trijaya FM Jakarta (4/8).
Lebih lanjut Rido menjelaskan, sebenarnya gagasan kota baru lahir sebagai upaya mencari solusi perumahan dan permukiman yang saat ini serius dihadapi oleh kota-kota besar. Selain itu juga dimaksudkan untuk mengurangi perkembangan kota yang menyebar secara acak di pinggiran kota metropolitan, seperti halnya Jakarta. Definisi kota baru sendiri adalah bentuk pengembangan lahan terpadu (integrated land development) untuk fungsi-fungsi utama tertentu, khususnya permukiman, pendidikan, dan industri dengan luasan lahan yang dikelola sekitar 300-500 Ha serta mampu menampung kurang lebih 30.000 penduduk. Situasi yang terjadi saat ini, kota baru cenderung belum menjalankan perannya sebagaimana mestinya yaitu mengurangi beban kota utama. Selain itu fasilitas sosial maupun fasilitas umum yang disediakan terkesan bersifat eksklusif dan terbatas hanya untuk pelayanan lingkungan internal, sementara akses bagi masyarakat sekitarnya belum diakomodasi secara luas. Selain itu, pengembangan kota baru sedikit banyak menjadi pemicu perkembangan kawasan perkotaan horisontal yang telah mengkonversi sawah/pertanian, lahan-lahan produktif dan kawasan lindung yang cukup signifikan.
Dosen sekaligus Peneliti pada KK Perumahan dan Permukiman ITB M. Jehansyah Siregar mengungkapkan, tujuan pembentukan kota baru yaitu untuk antisipasi proses urbanisasi. Sebagaimana diketahui, Jakarta bukan hanya menjadi satu-satunya kota yang memiliki daya tarik. Kawasan-kawasan yang berada di sekitarnya seperti Tangerang, Bekasi, Bogor sampai Puncak memiliki daya dorong yang tinggi di mata masyarakat. Sejak tahun 1992 hingga 2011 tumbuh sedikitnya 25 kota baru di sekitar Jakarta seperti di Tangerang yaitu Serpong dan Bintaro. “Saat ini pengelolaan kota baru lebih banyak dilakukan oleh swasta. Karenanya diperlukan political will yang kuat dari Pemerintah agar realisasi kota baru yang ideal dapat diterapkan,” imbuh Jehansyah. Di akhir kegiatan, Rido mengatakan bahwa ke depan harapannya kota baru dapat berkembang lebih cepat dan mampu mengurangi beban kota utamanya. Selain itu dalam realisasinya kota baru tidak berjalan secara sendirian namun ada keterkait dengan kota di sekitarnya. Terpenting adalah kota baru dapat diimplementasikan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.(nik) Sumber : admintaru_050811 http://www.penataanruang.net/detail_b.asp?id=1675
 

------------------------------------

Pertumbuhan kota baru belum maksimal

Oleh Dewi Andriani
Published On: 08 August 2011

JAKARTA: Pertumbuhan kota baru di Indonesia dinilai belum berjalan secara maksimal sesuai fungsinya yakni mengurangi beban kota utama. Direktur Bina Program dan Kemitraan Ditjen Penataan Ruang Kementerian PU Rido Matari Ichwan mengatakan pembangungan kota baru (yang juga dikenal sebagai kota satelit) sejauh ini hanya sebatas  tempat pemukiman.
.
Selain itu, fasilitas sosial maupun fasilitas umum yang disediakan terkesan bersifat eksklusif dan hanya untuk pelayanan lingkungan internal, sementara akses bagi masyarakat sekitarnya belum diakomodasi secara luas.
Oleh karena itulah, sambungnya, pengembangan kota baru yang sebagian besar masih dikelola swasta dapat diambil alih oleh pemerintah agar dapat terealisasi sesuai tujuan awal.
.
“Pemerintah harus mengambil prakarsa dan inisiatif dalam pengembangan kota baru di Indonesia,” ujarnya  seperti dikutip dalam rilis Kementerian PU, hari ini. Pengembangan kota baru, menurutnya pun sedikit banyak menjadi pemicu perkembangan kawasan perkotaan horisontal yang telah mengkonversi sawah atau pertanian, lahan-lahan produktif, dan kawasan lindung yang cukup signifikan.
.
Hal senada disampaikan Peneliti Perumahan dan Pemukiman ITB M.Jehansyah Siregar. Menurut dia, kota baru dibentuk untuk mengantisipasi proses urbanisasi yang menjadi masalah serius yang dihadapi kota-kota besar sehingga fungsi tersebut seharusnya dapat dijalankan secara fungsional.
.
“Saat ini pengelolaan kota baru lebih banyak dilakukan oleh swasta. Karenanya, diperlukan political will yang kuat dari pemerintah agar realisasi kota baru yang ideal dapat diterapkan,” papar Jehansyah. Sebagaimana diketahui, Jakarta bukan hanya menjadi satu-satunya kota yang memiliki daya tarik. Kawasan-kawasan yang berada di sekitarnya seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, hingga Puncak memiliki daya dorong yang tinggi di mata masyarakat.
.
Sejak 1992 hingga 2011, tumbuh sedikitnya 25 kota baru di sekitar Jakarta seperti di Tangerang, yaitu Serpong dan Bintaro.(mmh)

http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/34637-pertumbuhan-kota-baru-belum-maksimal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar