Oleh Eko Adityo Nugroho | Senin, 22 Agustus 2011 | 13:12
JAKARTA - Praktisi perumahan dan tata kota menilai pengembangan kota-kota mandiri baru yang direncanakan pemerintah dan pengembang keliru jika bertujuan mengurangi populasi di kotakota metropolitan.
Tujuan sebenarnya adalah untuk memberi kesempatan kepada kota-kota metropolitan untuk menata ruang-ruang marginalnya secara efektif. “Rencana ini harus dimengerti sebagai sebuah koreksi atas salah kaprah pemahaman atas fenomena urbanisasi,” papar praktisi perumahan dan tata kota dari Institut Teknologi Bandung M Jehansyah Siregar, kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dia menambahkan, rencana pembangunan kota-kota baru ini, menunjukkan kesadaran pemerintah bahwa urbanisasi bukan hanya tidak bisa dihindari, tapi juga fenomena positif yang harus direspons dengan baik.
Urbanisasi yang terjadi tiap tahun, lanjutnya, membuat ruang-ruang marginal di kota metropolitan makin luas dan melebar ke wilayah pinggiran Jakarta. Itu terjadi karena manajemen perkotaan yang lemah dan membiarkan ruang-ruang marginal atau sisa ruang perkotaan berkembang secara tidak terencana.
Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak
http://www.investor.co.id/home/pengembangan-kota-baru-dikritisi/18684#Scene_1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar